Seberapa Besar Kebutuhan Internet Rumah Pintar?

Aneka perangkat yang terkoneksi ke internet lazim ditemukan dalam sebuah konsep rumah pintar. Jenisnya beraneka ragam, mulai dari lampu hingga kulkas. Sebagian bisa dikendalikan dari jarak jauh tanpa si pengguna harus berada di rumah.
Dengan pernak-pernik elektronik yang senantiasa tersambung ke jaringan internet itu, seberapa besar kebutuhan bandwith sebuah rumah pintar?
Menurut SMB Product Manager TP-Link Indonesia Benny Wiratmaka, angkanya ternyata tidak terlalu besar.
Speed internet untuk smarthome itu kecil. Tak perlu kencang, cukup stabil saja. Sebenarnya kecepatan 1 Mbps pun sudah memadai,” kata Benny saat berbicara dalam paparan konsep smarthome TP-Link di Jakarta..
Konsumsi data dari aneka perangkat pintar di sebuah rumah pun, lanjut dia, sebenarnya termasuk kecil dan hanya berkisar kurang dari 10 megabyte per bulan. Ini karena setiap perintah yang disalurkan pengguna ke perangkat pintar lewat internet hanya berukuran kurang dari 1 kilobyte.
“Andai tiap hari kirim perintah 1.024 kali, maka konsumsi datanya hanya 256 KB atau kurang dari 8 megabyte per bulan,” ujar dia seraya membandingkan dengan konsumsi data media sosial dan videostreaming yang bisa mencapai ratusan megabyte sekali pakai.
Namun, dia menambahkan bahwa angka tersebut belum mencakupbandwidth untuk jenis perangkat yang memiliki kebutuhan transfer data tinggi, seperti IP camera untuk mengawasi keadaan di rumah. “Pada akhirnya, semua tergantung kebiasaan pengguna masing-masing,” kata Benny.
Kendala di Indonesia
Konsep smarthome sudah beberapa lama digaungkan di Tanah Air. Namun, sejauh ini implementasinya masih belum banyak terlihat.
Country Director TP-Link Indonesia Wilson Wu mengungkapkan ada semacam paradoks soal hubungan antara kebutuhan bandwidthinternet smarthome dan angka permintaan dari pengguna.
Smarthome sebenarnya hanya membutuhkan bandwidth kecil, tapi Wu mengatakan biasanya pengguna baru akan berpikir untuk menerapkan konsep smarthome di hunian apabila sudah memiliki akses internet kecepatan tinggi.
“Biasanya mereka baru melirik smarthome ketika sudah ada high-speedinternet. Kendala lainnya, harga produk-produk smartphone saat ini masih relatif tinggi dibandingkan perabot sejenis yang tak terkoneksi ke internet,” papar Wu.

No comments:

Post a Comment

MERUBAH IPHONE MENJADI "HANHELD GAME CONSOLE"

Masih ingat soal boomingnya PSP alias Play Station Portable beberapa waktu lalu? Sepertinya seiring dengan semakin populernya  smartphone , ...